Tiga Jenis Rudal Iran Hantam Fasilitas Intelijen dan Keamanan Israel



Tim darurat Israel bekerja di lokasi serangan rudal Iran di daerah perumahan di Tel Aviv, Israel, 24 Maret 2026.


REPUBLIKA.CO.ID,TEHERAN — Militer Iran dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengeklaim serangan rudal ke wilayah pendudukan Israel, pada Selasa (24/3/2026) berhasil menghantam fasilitas keamanan dan intelijen zionis. Menurut pemberitaan resmi militer Iran, rudal jenis Kheibarshekan, Emad, dan Sejjil, serta drone-drone serbu mengujani wilayah Tel Aviv, Ramat Gan, dan Negev, serta di Beersehaba dalam serangan balasan lanjutan perang berjalan hari ke-25.

“Rudal-rudal Kheibarshekan, Emad, dan Sejjil, serta drone-drone penyerbu menembus pertahanan udara Israel dan menghantam fasilitas keamanan dan dinas intelijen rezim Israel di Tel Aviv bagian utara, dan tengah, dan pusat militer garis belakang di Ramat Gan dan Negev, serta pusat komando utama pasukan selatan di wilaah Beersheba” begitu keterangan resmi militer Iran yang dikutip dari TASS Russian News Agency, Selasa (24/3/2026).

 

Pada Selasa (24/3/2026) militer Iran kembali melakukan serangan perlawanan balasan ke wilayah pendudukan Zionis Israel di Tanah Palestina. Serangan balasan tersebut merupakan gelombang perlawanan ke-78 yang dilakukan Iran pada hari ke-25 perangnya melawan agresi Zionis dan Amerika Serikat (AS). Gelombang serangan balasan ke-78 tersebut menandai militer Iran yang masih terus meladeni peperangan AS-Zionis.

 

Sebelumnya, pada Senin (23/3/2026) muncul pernyataan dari Presiden AS Doland Trump tentang adanya pembicaraan dengan pihak Iran untuk penghentian perang. Meskipun Pemimpin Zionis Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, militernya akan tetap melanjutkan serangan militer terhadap Iran ketika AS dan Teheran disebut dalam negosiasi penghentian perang. Namun pemerintahan di Iran, juga membantah adanya pembicaraan dengan Washington tentang penghentian perang tersebut.





Sumber: Republika