Sosok Surani, Seniman Dodod Agar Tetap Lestari di Pandegalang
Jakarta –
Seni pertunjukan Dodod yang sudah ada di Pandeglang sejak awal abad-19 sampai hari ini masih terjaga meski di tengah gempuran modernisasi. Pertunjukan kombinasi angkung-bedug ini dilestarikan di sebuah sanggar bernama Sanghiang Sri. Sosok dibaliknya adalah Surani yang diamantkan leluhur menjadi pelestarinya.
Surani bercerita, ia diberi amanat oleh para orang tua terdahulu untuk meneruskan seni Dodod. Ia mengajak teman-teman sekampung melestarikan seni pertunjukan yang biasa ditampilkan untuk menyambut musim tanam.
“Pada tahun 2000-an saya dikukuhnya untuk mengelola Dodod dengan jumlah personel 16 orang,” kata Suryani kepada detikcom saat berkunjung ke sanggarnya di Saketi, Pandeglang, Minggu (31/7/2022).
@import url(“https://cdnstatic.detik.com/live/_rmbassets/2022/parallax/parallax.css”);
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
function paraA(e) {
var p = $(e);
$(e + ” .para_fix”).width(p.width());
}
$(“.paraA iframe”).on(“load”, paraA(“.paraA”));
Sumber: DetikNews
