Pemerintah Pusat dan Sulsel Perkuat Koordinasi Hadapi Lonjakan Angkutan Lebaran 2026


Pemerintah Pusat dan Sulsel perkuat sinergi hadapi lonjakan angkutan.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR, – Pemerintah pusat bersama Pemerintah Sulawesi Selatan serta seluruh pemangku kepentingan transportasi memperkuat koordinasi nasional dalam menghadapi lonjakan angkutan Lebaran 2026. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memimpin rapat koordinasi yang dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan berbagai pihak terkait di Makassar pada Jumat.

Dalam rapat tersebut, Dudy Purwagandhi menekankan bahwa penyelenggaraan angkutan Lebaran merupakan momen penting untuk menguji kesiapan ekosistem transportasi nasional dari sisi infrastruktur, keselamatan, dan koordinasi lintas sektor. “Angkutan Lebaran adalah agenda nasional yang membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator transportasi, serta aparat keamanan. Kita harus memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujarnya.

Keberhasilan angkutan Lebaran, menurutnya, tidak hanya diukur dari kelancaran arus penumpang, tetapi juga kemampuan seluruh pihak dalam menjaga standar keselamatan dan pelayanan publik. Fokus utama adalah integrasi antar moda transportasi, terutama di wilayah kepulauan seperti Sulawesi Selatan dan kawasan Indonesia Timur.


Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menambahkan bahwa posisi geografis Sulsel menjadikannya simpul utama pergerakan masyarakat dan logistik selama musim mudik Lebaran. Oleh karena itu, pemerintah provinsi berkomitmen memperkuat sinergi lintas instansi untuk memastikan kesiapan infrastruktur, pengaturan lalu lintas, serta layanan transportasi berjalan optimal.

“Sulawesi Selatan memiliki peran strategis sebagai hub transportasi Indonesia Timur. Koordinasi seperti ini sangat penting agar seluruh potensi kendala dapat diantisipasi sejak awal dan pelayanan kepada masyarakat tetap maksimal,” kata Andi Sudirman Sulaiman. Dia juga menekankan pentingnya kesiapan personel di lapangan serta penguatan sistem pengawasan untuk menjaga kelancaran arus mudik dan balik.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara




Sumber: Republika