Dunia di Ambang Konflik, GKB-NU: Indonesia Harus Pimpin Mediasi Iran–AS–Israel
Inisiator dan Ketua Umum GKB-NU, Hery Haryanto Azumi.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Gerakan Kebangkitan Baru Nahdlatul Ulama (GKB-NU) menyatakan dukungan terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto untuk terlibat aktif dalam upaya mediasi dan de-eskalasi konflik yang semakin memanas antara Iran dan poros Amerika Serikat–Israel.
GKB-NU menilai eskalasi konflik tersebut berpotensi memicu perang berskala luas yang mengancam stabilitas global serta masa depan kemanusiaan.
Inisiator dan Ketua Umum GKB-NU, Hery Haryanto Azumi, menegaskan perang dalam bentuk apa pun merupakan tragedi kemanusiaan yang merusak tatanan peradaban.
Dia mengatakan perang, apa pun latar belakang dan tujuannya, tetap merupakan tragedi kemanusiaan yang menghancurkan hak manusia untuk hidup damai dan berkeadilan.
GKB-NU mengutuk keras setiap agresi terhadap negara berdaulat seperti Republik Islam Iran. “Agresi dan konter-agresi harus segera dihentikan demi menyelamatkan jiwa-jiwa manusia yang menjadi masa depan peradaban dunia,” kata Hery.
Menurutnya, langkah Presiden Prabowo Subianto untuk terlibat dalam upaya mediasi merupakan langkah strategis yang sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas-aktif Indonesia.
“Kami memuji inisiatif Presiden Prabowo untuk mendorong mediasi dan de-eskalasi konflik. Ini merupakan langkah genuin yang berakar pada prinsip bebas-aktif dan semangat non-blok yang selama ini menjadi norma politik luar negeri Indonesia,” ujarnya.
GKB-NU juga mendorong Indonesia memainkan peran lebih besar sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia dengan menggalang kepemimpinan moral dan intelektual dunia Islam.
Loading…
Sumber: Republika
