Pemkab Muaro Jambi Perketat SOP Dapur Makan Bergizi Pasca Keracunan


Pemkab Muaro Jambi ingatkan pengelola dapur MBG perketat SOP.

REPUBLIKA.CO.ID, MUARO JAMBI, – Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi menegaskan pentingnya memperketat standar operasional prosedur (SOP) di dapur makan bergizi gratis pasca insiden dugaan keracunan massal yang menimpa lebih dari seratus pelajar di wilayah ini.

Sekretaris Daerah Kabupaten Muaro Jambi, Budhi Hartono, pada Sabtu di Sengeti mengimbau seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memastikan kebersihan dan kualitas bahan makanan serta mematuhi standar gizi. “SOP harus benar-benar dijalankan,” tegasnya, menilai bahwa kejadian ini tidak akan terjadi jika SOP diterapkan dengan baik.

Operasional dapur makan bergizi gratis di sekolah-sekolah sementara dihentikan sambil menunggu hasil investigasi dan uji laboratorium atas sampel makanan. Pemerintah daerah juga mendukung Satuan Tugas Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menyelidiki kasus tersebut, meski keputusan akhir tetap berada di pihak berwenang.


Sementara itu, Direktur RSUD Ahmad Ripin, Agus Subakti, menyatakan hingga Sabtu siang, 70 pasien masih menjalani perawatan, 48 lainnya dirawat jalan, dan dua orang dirujuk ke RSUD Raden Mattaher di Kota Jambi. Sebanyak 30 pasien yang dirawat dijadwalkan pulang pada Sabtu sore karena kondisi membaik, meskipun terdapat tambahan delapan pasien baru dari pondok pesantren.

Sekretaris Satgas MBG Provinsi Jambi, Johansyah, menekankan bahwa dapur akan tetap ditutup hingga dinyatakan aman oleh tim terkait. Sampel makanan saat ini masih dalam proses penelitian oleh laboratorium Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi.

“Proses investigasi masih berjalan. Operasional dapur akan dievaluasi kembali, dan diberhentikan sementara sampai investigasi selesai dan dinyatakan aman,” ujarnya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara




Sumber: Republika